| 1 | Akademisi | - Menguasai konsep dan teori kimia tingkat lanjut (analitik, anorganik, organik, fisik, dan biokimia) serta perkembangannya sesuai standar akademik internasional;
- Mampu merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran maupun penelitian berbasis laboratorium dengan teknik modern (spektroskopi, kromatografi, komputasi kimia, dsb.);
- Menjunjung tinggi etika akademik, keselamatan kerja (K3), serta regulasi terkait bahan kimia dalam kegiatan pendidikan tinggi.
|
| 2 | Peneliti | - Mampu melakukan riset mandiri dan kolaboratif dalam bidang kimia yang berorientasi pada sustainability science, seperti kimia hijau, energi terbarukan, material fungsional, dan bioteknologi;
- Terampil mengembangkan inovasi berbasis penelitian, seperti nanomaterial, biomaterial, katalis, dan produk kimia terapan yang bermanfaat bagi industri maupun masyarakat;
- Menguasai pendekatan riset modern, termasuk pemodelan komputasi, bioinformatika, serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk analisis dan prediksi fenomena kimia.
|
| 3 | Pendidik Kimia | - Memahami penerapan ilmu kimia dalam industri kimia, farmasi, pangan, lingkungan, maupun energi, serta mampu melakukan pengendalian mutu, validasi metode, dan manajemen laboratorium sesuai standar ISO/IEC 17025;
- Terampil dalam mengidentifikasi dan menyelesaikan permasalahan praktis terkait pengelolaan limbah, optimasi proses produksi, serta pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan;
- Adaptif terhadap perkembangan teknologi industri 4.0, termasuk otomasi laboratorium, big data analytics, dan digitalisasi proses kimia.
|